SERAMBI BUAT PARA SAHABAT DAN KERABAT

 

A Veranda for All Dear Friends and Relatives

 

Betapa ampuhnya internet menggiring orang masuk ke sebuah dunia yang nyaris tanpa batas bukan lagi sebuah cerita luar biasa untuk ditutur-ulang. “A journey of a thousand sites begin with a single click”, begitulah sebuah ungkapan tentang internet, entah kata siapa. Sampai-sampai tidak cuma orang-orang terkenal saja yang dapat kita ketahui kehidupannya dari A sampai Z, tapi orang-orang yang tak masuk hitungan dan tak pernah kita duga-duga pun ternyata bisa dijumpai secuil infonya di dunia maya itu. Di antara orang-orang dari kelompok kedua itulah ternyata, tanpa sengaja, saya ikut terbilang, ibarat seekor pipit kecil yang tahu-tahu ketahuan bersarang di ranting mana.

 

Sudah agak lama, hingga beberapa waktu belakangan ini, cukup banyak surat elektronik yang saya terima, yang berawal dari informasi internet. Ada yang berasal dari lingkungan  keluarga, yang tersebar di pelbagai tempat dan sudah lama tanpa kontak, dan lama juga tak berjumpa. Cukup banyak pula dari kalangan teman-teman, baik yang memang sudah sangat lama tanpa informasi dan tak pernah diketahui rimbanya, maupun yang kadang-kadang pernah berkontak tapi sering ketinggalan berita. Syukurlah, berkat internet kontak bisa kembali terjalin. Tanpa sengaja, ya secara kebetulan saja, internet membantu sejumlah sahabat dan kerabat menemukan tempat dan alamat di mana saya sekarang berada.

 

Namun, berhasil memiliki alamat e-mail seorang teman atau anggota keluarga setelah sekian lama berpisah ternyata melahirkan lagi kerinduan dan harapan lain. Sebut saja misalnya kerinduan dan harapan untuk tidak lagi kehilangan kontak dan ketinggalan informasi. Sayang, kerinduan dan harapan seperti itu tidak sepenuhnya bisa tertampung dalam sebuah surat elektronik. Apalagi, kesempatan dan kemungkinan bertatap muka tidaklah semudah dan semurah yang dirindukan. Berbeda negeri ataupun benua, berlainan jenis tugas maupun jadwal kerja, berjauhan tempat sekalipun sempat, semuanya membuat harapan dan kerinduan itu bergabung mencari suatu muara pelepasan.

 

Situs-situs di mana informasi pernah secara kebetulan ditemukan, sayang sekali, tidak bisa diakses lebih jauh karena sifatnya yang khusus. Atau informasinya terbatas pada kegiatan kelembagaan. Padahal, baik para sahabat maupun kerabat sangat ingin mengetahui sebanyak-banyaknya tentang hidup dan pengalaman di tanah rantau saat ini. Ketika bicara soal ini pun, ternyata, tidak hanya mereka yang sudah lama berada di luar orbit komunikasi yang merasa paling berkepentingan. Teman-teman dan kerabat yang sudah sering berkontak pun merasa perlu untuk lebih mendekatkan hubungan. Tali silaturahmi memang telah terajut. Tinggal bagaimana merawatnya.

 

Menimbang semuanya itu, dibangunlah “serambi” ini. Sebuah serambi kecil di mana para sahabat dan kerabat boleh datang dan pergi sesuka hati. Tanpa bermaksud menggantikan komunikasi melalui e-mail atau surat elektronik yang tentu tetap punya fungsi dan manfaatnya sendiri, serambi ini setidak-tidaknya bisa menjadi gardu pantau yang memberi tanda di mana saya sedang dan masih berada. Dengan demikian, jika ingin sambung rasa, para sahabat dan kerabat tidak akan lagi salah alamat atau bingung mencari. Tidak akan lagi kehilangan kontak atau ketinggalan berita, khususnya kabar dari rantau. Sekadar mampir sejenak di serambi ini pun sudah cukup.

 

Namun, tidak cuma buat para sahabat lama dan para kerabat. Serambi ini pun terbuka menjadi tempat mampir buat semua mereka yang pernah berada bersama di pelbagai tempat pada waktu yang lalu, entah tempat kerja, tempat aneka kegiatan, sekolah atau pun kampus. Jadi, termasuk pula para mantan siswa dan mantan mahasiswa yang saat ini tersebar di sekian banyak tempat. Banyak dari antara mereka masih setia menjalin komunikasi lewat surat elektronik dan tak pernah alpa bercerita. Bukan saja kisah-cerita paling anyar, tetapi juga kilas balik serta nostalgia.  Semoga serambi kecil ini dapat meningkatkan hubungan yang sudah terjalin, atau menjalin kembali komunikasi yang terputus; dan siapa tahu, nostalgia dulu dapat menjadi energi positif dalam tugas yang kini diemban.

 

Sementara itu, tempat tinggal, tempat kerja dan tempat berkiprah yang baru ternyata telah menambah sahabat-sahabat baru pula. Meskipun serambi ini mungkin tak teramat penting buat mereka, karena saat ini sedang berada dalam jejaring komunikasi yang sama, singgah sebentar ketika kebetulan lewat pun boleh-boleh saja.

 

Maka, kendati banyak kekurangannya, dengan senang hati saya hadirkan serambi ini, ”Henri’s Veranda”, ya ”Serambi Bung Henri”, buat para sahabat dan kerabat di mana pun berada. God bless you!

 

(henri daros)

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Henri Daros  On November 16, 2010 at 10:47 pm

    Para Sahabat dan Kerabat
    serta Para Pengunjung,

    Sepatah kata tersebut di atas saya tulis pada awal tahun 2010 untuk menyambut kelahiran blog saya yang pada waktu itu diberi nama SERAMBI BUNG HENRI, atau Henri’s Veranda. Pada waktu itu blog tersebut berada dalam domain Windows Live Spaces.

    Saat ini, sebagaimana Anda saksikan sendiri, blog saya sudah beralih nama menjadi HENRI DAROS’S BLOG. Kalau Anda sudah membaca halaman ‘About’, jelas kiranya bahwa blog saya terdahulu itu memang sudah beralih domain, yakni dari Windows Live Spaces ke domain baru milik WordPress.com, yaitu domain yang sekarang ini.

    Namun, sepatah kata di atas tetap dibiarkan seperti apa adanya, sebagaimana aslinya dahulu. Biarlah dia menjadi catatan sejarah, bagian dari kisah awal mula kelahiran blog saya yang sekarang tampil dalam wajah lain.

    Sayang sekali, belasan album foto-foto yang tidak saja menarik tapi penting, yang sebelumnya bisa dinikmati di blog yang berinduk pada Windows Live Spaces itu, tidak bisa ikut dialihkan ke domain yang baru ini. Masing-masing domain punya aturan main tersendiri.

    Untuk mengatur kembali album-album foto tersebut dari awal pada blog yang baru ini, terus terang saya belum punya kesempatan yang tampan. Mudah-mudahan suatu waktu akan terwujud juga.

    Untuk sementara waktu silakan menikmati apa yang tersaji sebagaimana adanya.

    Terima kasih, wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: