SEKALI MERENGKUH DAYUNG

“Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampau”. Mungkin itulah peribahasa yang cukup tepat untuk menggambarkan rangkaian kegiatan mengisi cuti, tidak hanya kali ini tetapi setiap kali kembali ke tanah air sejauh ini. Betul, beberapa pulau sepanjang garis khatulistiwa ini pasti disambangi. Namun lebih dari itu, sekali jalan beberapa agenda kegiatan, baik terjadwal maupun dadakan, selalu mesti diselesaikan.

 

Bukan kebetulan kalau Jakarta selalu menjadi awal merengkuh dayung sekaligus pelabuhan akhir untuk membuang sauh ketika berada di tanah air. Jakarta masih menjadi pusat siklus untuk menakar dan mengkaji Indonesia, diakui atau tidak. Namun harus diakui pula bahwa Jakarta sama sekali bukanlah wajah Indonesia seutuhnya. Karena itulah, senantiasa perlu dan bermanfaat melanglang Nusantara. Indonesia terlampau besar untuk ditakar dari sekadar Jakarta.

 

Maka bukan kebetulan pula kalau daerah luar Jakarta selalu menjadi tempat mampir. Ada banyak alasan. Selain menyaksikan langsung model-model gerak pembangunan daerah, juga bisa menemukan cermin asli pembanding kemajuan antar-daerah.  Retorika para pejabat di pusat negeri sudah lama tak punya gigi untuk meyakinkan para pengkaji luar negeri. Sudah teramat banyak hal berbeda yang mereka temukan sendiri. Tak perlu jauh-jauh, baru saja ada maklumat bahwa negeri kita paling korup di antara negeri-negeri tempat berinvestasi se-Asia-Pasifik. Sayang sekali, kendati segala kontradiksi, para petinggi masih saja mengumbar citra ‘aspal’ dan puas memuja-muji diri.

 

Berada di Flores, NTT, kali ini pun ibarat merengkuh dayung. Dengan ungkapan lain, “sekali menekan pedal, lima kabupaten terjelajah”. Bermobil lewat jalur darat memang merupakan kesempatan paling tampan untuk melihat dan merasakan langsung segala sesuatu di sepanjang perjalanan. Meski hanya separuh Flores, namun tercatat 5 kabupaten besar yang tak bisa dipandang sebelah mata: Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur dan Manggarai. Ibarat raksasa-raksasa kecil yang sedang menggeliat. Semuanya memiliki kekuatan terpendam.

 

Menjelajah kelima wilayah tersebut adalah menjelajah anugerah alam yang kaya, meski di sana-sini masih saja tampak adanya kontras dengan kehidupan tak berkecukupan di kalangan penduduknya. Namun, di bawah kepemimpinan wilayah yang tepat kita boleh mengharapkan masa depan yang lebih baik bagi masing-masing wilayah. Kepemimpinan demi rakyat dan berwatak kerja. Rakyat seutuh wilayah dan kerja yang tidak setengah-setengah.

 

Di musim pemilihan kepala daerah yang kembali lagi saat ini, kiranya rakyat pun sudah belajar dari pengalaman dan semakin kritis pula untuk memilih pemimpin yang tepat.

  

(henri daros)

 

Sungai Wolowona, Kabupaten Ende: Jembatan gantung yang bergoyang tak menyurutkan langkah petani kecil yang gigih untuk meniti ke hari esok yang lebih baik

                                       

Ende: rumah tinggal Bung Karno selama pengasingan, 1934-1938, kini Museum Bung Karno

 

Ende: Pohon Sukun, di bawah naungannya dulu, 1934-1938, Bung Karno selalu merenung

 

Gunung Ebulobo, Kabupaten Nagekeo, dikelilingi hamparan lembah nan subur

 

Mataloko alias Todabelu, tidak seteduh dulu namun semakin kaya aktivitas

 

Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada, belum terlampau terlambat untuk ditata

 

Gunung Inerie, Kabupaten Ngada, salah satu eksotika alam Flores yang belum cukup dikenal

 

Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, induk penetas Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur

(Foto-foto Henri Daros) 

 

  

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Trackbacks

  • By 2010 IN REVIEW « Henri Daros's Blog on January 2, 2011 at 9:59 pm

    […] The busiest day of the year was December 28th with 503 views. The most popular post that day was SEKALI MERENGKUH DAYUNG. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: