ORANG-ORANG BANDEL

Bahwa perangkat telepon genggam itu bermanfaat, tak ada yang menyangkal. Sayang tidak semua orang bisa memakainya untuk kegiatan dan tujuan yang bermanfaat. Dan, satu lagi, tidak semua orang juga bisa menggunakannya pada waktu dan tempat yang tepat. Itulah yang dapat dilihat dengan mata telanjang dan didengar tanpa telinga terpasang sekalipun selama menikmati jasa penerbangan di Indonesia.

 

Sudah begitu banyak kali saya mengalaminya. Peristiwa paling anyar terjadi dalam penerbangan Kupang – Denpasar hari Kamis tanggal 18 Maret kemarin. Reputasi paling bergengsi dari sebuah maskapai penerbangan terbesar di tanah air tidak mampu menjinakkan keliaran beberapa penggenggam perangkat komunikasi itu. Saya namakan saja keliaran karena mereka beraksi justru setelah dengan sangat jelas disampaikan pengumuman untuk mematikannya.

 

Bayangkan saja! Tepat ketika pesawat lepas landas dan pramugari yang tadinya menyampaikan pengumuman baru saja duduk manis, dering telepon entah dalam nada lagu apa terdengar keras dari kursi dekat jendela pada deretan di belakang saya. Seorang asing yang duduk di seberang kanan saya dan sedang asyik membaca ‘The Jakarta Post’ spontan menoleh. Reaksi yang sama terlihat dari para penumpang lainnya di sekitar saya. Terdengar percakapan singkat dengan suara tertahan sebelum telepon dimatikan.

 

Pengumuman untuk tetap mematikan telepon genggam kembali terdengar ketika pesawat hendak mendarat di bandara Ngurah Rai, Denpasar. Melalui tirai yang agak tersingkap saya lihat pramugari dan crew lainnya pun mengambil tempat duduk. Dan ….. astaga! Dari arah yang sama terdengar percakapan telepon. Kalau tadi, ketika lepas landas, dia menerima telepon, maka kali ini, menjelang pesawat mendarat, dialah yang menelepon. Dan ……. ternyata dia pun tidak sendirian. Saat roda-roda pesawat menyentuh landasan seakan-akan menjadi isyarat untuk bertelepon ria. Suara percakapan telepon terdengar di sana-sini. Muncul pertanyaan: Siapa yang menjamin bahwa telepon mereka memang tidak diaktifkan selama penerbangan?

 

Pelanggaran yang sama ternyata terjadi pada semua penerbangan. Entah sampai kapan. Crew pesawat telah dan selalu melaksanakan tugasnya untuk melarang dan mengingatkan. Namun, sejumlah penumpang secara tekun pula melakukan pelanggaran. Sementara itu para penumpang lainnya pun seperti tak berdaya. Menunggu sampai terjadi bencana? Tentu tidak! Dan memang tak seorang pun menginginkan bencana, termasuk para pelanggar tersebut. Tapi apakah mereka sadar bahwa taat pada peraturan penerbangan adalah salah satu cara mencegah terjadinya bencana yang memang tak diinginkan itu? Entahlah!

 

Sempat terpikir, mungkin perlu dipasang detektor khusus yang bisa langsung memberi tanda bagi awak pesawat bahwa ada perangkat telepon milik penumpang yang (masih) aktif segera setelah pengumuman disampaikan atau selama waktu penerbangan. Kalau di toilet pesawat saja bisa dipasang alarm yang akan berdering jika ada yang curi-curi merokok di sana, betapa lebih perlu mendeteksi jenis pelanggaran yang bisa berakibat sangat fatal bagi keselamatan penerbangan akibat gangguan terhadap jaringan komunikasinya. Kita berasumsi bahwa situasi penerbangan tidak selalu normal sehingga sistem navigasinya pun harus dalam keadaan tak terganggu agar bisa berantisipasi secara tepat.

 

Jika memang tidak diperlukan cara pencegahan sedemikian, maka sangat mendesak tampaknya untuk meningkatkan bentuk peringatan langsung dan telak kepada para penumpang, khususnya ‘orang-orang bandel’ yang sudah sedemikian terang-terangan melakukan pelanggaran terhadap peraturan penerbangan. Banyak predikat terkait lainnya dapat dikenakan terhadap ‘orang-orang bandel’ tersebut yang hanya akan mempermalukan diri kita sendiri di tengah pergaulan dunia maju dan beradab yang sudah sedemikian terbuka saat ini.

 

(henri daros)

 

                            Telepon genggam: bermanfaat, asalkan dipakai

                            pada tempat dan waktu yang tepat

 

 

  

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: