DIBAYANG SEPASANG MATA BOLA

Hari-hari Kegiatan di Jogja

  

Jogja Kota Gudeg, namun bagi peminat lagu Keroncong, seperti saya, Jogja adalah juga Kota Sepasang Mata Bola. Maka, setiap mampir, sejak kali pertama di akhir tahun 1978 dulu, Jogja boleh saja gonta-ganti memoles wajah, namun Sepasang Mata Bola itu tetap saja tampak berbinar di sana. Terima kasih buat Ismail Marzuki.

 

Hari-hari padat acara sejak tanggal 22 sampai 27 Maret kemarin pun tidak mengurangi suasana ini. Tugu tua di bilangan Jl. Jenderal Sudirman depan stasiun itu setia berdiri menjadi saksi, baik setiap pagi ketika beranjak dari tempat penginapan menuju tempat kegiatan, maupun setiap sore dan malam ketika kembali untuk menikmati jam-jam istirahat.

  

 

Kali ini sebagian besar jam-jam kerja, selama 3 hari penuh (tanggal 23 – 25 Maret), berlangsung di USD Kampus Mrican. Tidak sendiri tapi bergabung dengan seorang rekan yang terbang langsung dari Negeri Sakura. Program kerja sama U2U menyita agenda pertemuan. Cukup melelahkan namun memuaskan.

 

Tak cuma merambah Jogja. Seorang rekan lain pun hadir pada Muktamar Ke-32 NU di Makassar. Semuanya dalam perspektif Kajian Indonesia. Di Jogja dalam rangka merancang bersama segala sesuatu yang perlu sebagai bakal tempat program belajar periodik bagi kelompok mahasiswa Nanzan. Di Makassar demi memetik bahan guna dibawa balik ke Nanzan sebagai bahan kajian.

 

Sayang tak ada cukup kesempatan untuk merekam jalannya kegiatan. Maklum mesti berkonsentrasi pada pembahasan. Namun sejumlah gambar sempat juga diambil saat memanfaatkan alasan untuk berdiri sejenak meregangkan otot. Beberapa dari antaranya dapat dinikmati di serambi ini (nb. Silakan lihat album ‘Jogjakarta, Tempat Pertemuan Kerja Sama, Maret 2010’).

 

Lantas …. segala sesuatu ada akhirnya. Jadwal padat di Jogja pun berakhir juga. Meninggalkan ‘Sepasang Mata Bola’, dan saatnya untuk kembali, atau meneruskan perjalanan, ke Jakarta (27/3). Tempat awal merengkuh dayung lebih dari sebulan yang lalu (22/2) untuk menjelajah sejumlah pulau. Kini tempat akhir membuang sauh sebelum kembali ke Negeri Matahari Terbit (1/4).

 

(henri daros) 

 

Universitas Sanata Dharma, Kampus Mrican, tempat berlangsungnya sebagian besar kegiatan di Jogja kali ini



Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: