BALIK KE NAGOYA, KEMBALI KE ARENA

Tanggal 1 April sesuai jadwal, jadi bukan April Mop, balik ke Nagoya, Jepang. Terbang malam dengan SQ967 dari Cengkareng menuju Singapura, lalu tanggal 2 dinihari pukul 1 dengan SQ672 dari Singapura ke Nagoya. Tiba pagi pukul 8.45 waktu Jepang. Disambut angin kencang dan hujan rintik-rintik.
 
Tak jelas benar apa yang dominan berkelebat dalam pikiran. Apakah memori kegiatan di tanah air, tetek-bengek selama penerbangan ataukah acara yang sudah terjadwal di tempat kerja. Namun segala urusan, termasuk di loket khusus untuk para ‘re-entrant’, berlangsung mulus hingga keluar dari bandara.
 
Agak kaget juga. Rindu Sakura terpuaskan sepanjang jalan dari bandara ke tempat kediaman, namun udara dingin masih terasa cukup menyengat. Rupanya musim dingin masih enggan pergi sementara musim semi sudah menampakkan diri.
 
Tanpa membuka bagasi langsung ke kampus, tempat tugas. Ya, kembali ke arena. Syukur tak jauh letaknya dari tempat kediaman (nb. Silakan lihat album ‘Logos Center’ dan album ‘Nanzan University’). Kuliah memang baru akan dimulai seminggu lagi, namun keriuhan mahasiswa di kampus, termasuk para mahasiswa baru, seakan memberi isyarat bahwa sudah waktunya juga bagi para guru untuk mulai berbenah. Hitung-hitung ada tiga pertemuan yang harus diikuti hari ini, Jumat tanggal 2 April, pagi hingga sore.
 
Pertemuan para dosen Jurusan Studi Asia dan rapat staf dosen Program Kajian Indonesia berlangsung dari pagi hingga siang hari. Dengan para mahasiswa baru berlangsung sore. Senang menyaksikan wajah-wajah ceria mereka. Kaget juga para mahasiswa baru itu. Soalnya saat giliran memperkenalkan diri mereka diberitahu bahwa saya orang Indonesia dan baru mendarat pagi hari itu di bandara Nagoya. Namun disusul senyum dan tawa maklum, setelah jelas duduk ceritanya.
 
Begitulah. Tanah air sudah kembali jauh di mata, namun tetap punya ruang di hati. Lalu, di lubuk hati yang sama itu pula terbuka kembali sebuah ruang luas yang lain. Ruang medan bakti. Sebuah ruang untuk diisi kembali. Sebagaimana tahun demi tahun kemarin.
  
Tiba-tiba teringat juga bahwa ternyata sudah satu dasawarsa, genap sepuluh tahun, Negeri Nippon menjadi medan bakti itu. Bakti untuk ”Mengibarkan Nusantara dan Merajut Hubungan Antarbangsa”.
  
(henri daros)

Salah satu sayap gedung Logos Center, tempat kediaman sejak tahun 2000, tampak dari bagian dalam pintu timur kampus Universitas Nanzan, Nagoya

Inilah Universitas Nanzan, Nagoya, tempat bertugas sejak tahun 2000, dengan ''Pache Square''-nya yang populer sebagaimana tampak sebagiannya dalam foto ini

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: