LOMBA PIDATO DAN PUISI BAHASA INDONESIA SE-JEPANG DI UNIVERSITAS NANZAN, NAGOYA

”Indonesian Speech & Poetry Contest 2010”

LOMBA PIDATO DAN PUISI BAHASA INDONESIA
 Minggu, 21 November 2010,
di Universitas Nanzan, Nagoya, Jepang

Ini untuk ketiga kalinya berturut-turut sejak tahun 2008, kecuali lomba deklamasi puisi yang memang baru pertama kalinya. Diselenggarakan oleh Universitas Nanzan, dalam hal ini ”Faculty of Foreign Studies”, dan dilaksanakan oleh Jurusan Studi Asia – Program Kajian Indonesia, dalam kerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Komisariat Nagoya.

Sponsor kegiatan ini ialah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang dan GARUDA Perwakilan Nagoya.

Sebanyak 15 peserta lomba puisi dan 11 peserta lomba pidato ambil bagian kali ini. Setiap peserta lomba puisi membawakan puisi yang dipilih secara bebas dari daftar puisi yang disiapkan oleh panitia. Pilihan puisi sangat beragam, dari karya Chairil Anwar, Sitor Situmorang dan W.S. Rendra hingga Joko Pinurbo dan Sitok Srengenge.

Adapun para peserta lomba pidato ialah mereka yang telah melewati tahap seleksi awal, baik dalam hal kelayakan naskah maupun dalam hal kesesuaian persyaratan teknis yang telah ditetapkan dan diumumkan.

Peserta berasal dari segala kalangan karena lomba terbuka untuk umum. Terbanyak mahasiswa, sedangkan lainnya berasal dari kalangan profesional. Ada pula ibu rumah tangga dan seorang siswa Sekolah Menengah Atas. Luar biasa!

Dengan beranekaragamnya latar belakang peserta, khususnya untuk lomba pidato, maka tidak hanya soal-soal teknis berpidato dalam bahasa Indonesia yang mendapat perhatian, tapi topik dan isi pidato pun menarik dan layak untuk disimak.

Sementara itu, kemampuan peserta untuk membawakan puisi dalam bahasa Indonesia, apalagi puisi-puisi tersebut merupakan puisi-puisi terkenal dan panjang-panjang pula, sungguh mengagumkan.

(NB. Minggu malam tanggal 21 November, setelah lomba berakhir, saya langsung memasang berita yang sama ini plus album khusus pada akun Facebook saya, berisi sejumlah foto yang cukup lengkap menggambarkan penampilan mereka masing-masing. Silakan mampir di sana jika berminat)

Ketidaksempurnaan pelafalan kata yang terdengar di sana-sini tidak mengurangi mutu penampilan dan penghayatan, baik ketika membawakan puisi maupun saat menyampaikan pidato. Ada pembawa puisi yang bahkan sempat berurai air mata.

Penghargaan dan hadiah yang disiapkan oleh pelbagai pihak, termasuk oleh pihak sponsor, ada bermacam-macam. Seperti biasa, hadiah yang paling menarik ialah tiket-tiket pesawat Jepang – Indonesia pp dan biaya akomodasi selama berada di Indonesia.

Di balik semuanya, kegiatan ini merupakan upaya strategis berjangka panjang, dengan spirit kerja sama serta saling menghormati antara warga kedua bangsa dan negara yang berawal dari lingkungan kampus Nanzan, dalam rangka ”Mengibarkan Nusantara dan Merajut Hubungan Antarbangsa”.

henri daros

Juara I Lomba Puisi, Junko Lowson, membawakan puisi “Mudik”, Joko Pinurbo (Foto Henri Daros)

Juara I Lomba Pidato, Shoko Matsuoka, membawakan pidato berjudul “Pengalaman Saya di Indonesia, Antara Benci dan Rindu” (Foto Henri Daros)

Segenap peserta bergambar bersama. Para juara mendapat hadiah, semua mendapat penghargaan (Foto Henri Daros)

 ******

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: