MEMORI JANUARI: ‘MUTSUKI’, BULAN AFEKSI, TONGGAK ARAH AWAL TAHUN

[ Mutsuki: Month of Affection ]

Butir-butir kecanggihan teknologi: bukan segalanya

”From zips to ships, from hi-fi to steel, from cameras to cars, from optics to motorbikes, hardly a day goes by without yet another European industry throwing in the sponge, unable to compete with Japan. What are the reasons?”

Kutipan di atas, yang bisa dibaca dalam sinopsis buku Misunderstanding, Europe vs. Japan, yang ditulis oleh Endymion Wilkinson, barangkali memang cukup tepat menggambarkan situasi hingga tahun 1980, saat buku itu pertama kali diterbitkan. Penulisnya sendiri, Dr. Wilkinson, pernah selama enam tahun, sejak 1974, menjadi Direktur Bagian Ekonomi dan Perdagangan pada Perwakilan Komisi Masyarakat Eropa (The Commission of the European Communities) di Tokyo. Lancar berbahasa Jepang (selain bahasa Cina), maklum pernah belajar dan tinggal di Tokyo (dan Beijing) sebagai mahasiswa pada tahun enampuluhan.

Cuplikan gambaran Wilkinson tersebut, yang secara luas, lugas dan lengkap diuraikan dalam bukunya yang langsung menjadi bestseller dan diracik sebagai sajian program televisi itu, meski tidak lagi sepenuhnya demikian saat ini, tokh secara sepintas masih dapat disaksikan hingga duapuluh tahun setelah dia menuliskannya, dan masih tercium pula sisa bukti kebenarannya di gelanggang internasional, termasuk di Jepang sendiri saat saya menginjakkan kaki di negeri itu pada tahun 2000.  Penulis menyebutkan contoh-contoh produk teknologi Jepang yang bisa dilihat dan disentuh, dan itulah yang memang saban hari tampak nyata di depan mata dan dinikmati pula manfaat penggunaannya.

Namun, barangkali justru karena saban hari tampak nyata di depan mata, disentuh dan digunakan tanpa banyak berpikir, ada dan tersedia di tempat setiap kali dibutuhkan, dan menjadi bagian dari menu kesibukan harian, pelbagai produk teknologi itu betapapun canggih tak lagi terlalu menarik perhatian, apalagi menggoda rasa ingin tahu atau bikin penasaran. Manusia beserta seluruh bangunan budaya yang melingkupinya, serta unsur watak dan kejiwaan yang membentuk kediriannya, itulah yang lebih menggoda, itulah yang diam-diam bikin  penasaran. Godaan dan kepenasaran itulah yang menyelinap masuk ke dalam diri saya sejak orang Jepang mulai menjadi tuan rumah dan sekaligus sesama saya, langsung di tanah air dan negeri tempat tinggal mereka.

Semakin menggoda karena orang Jepang memang tidak tampil mencolok sebagaimana pelbagai produknya yang sudah dikenal luas itu. Manusia, di mana pun saja tentu tidak tampak dan tidak menampakkan diri sebagai benda atau produk teknologi betapapun canggih dan uniknya produk itu. Manusia pun tidak begitu saja langsung menjelaskan dirinya, sebagaimana suatu produk teknologi langsung menunjukkan manfaat, fungsi dan kegunaannya. Bergaul dengan orang dari bangsa dan budaya lain, dengan demikian, sangat berbeda dari cara kita bersentuhan dengan produk teknologinya yang khas dan dikenal sebagai unggulannya. Namun, justru karena itu, saya merasa semakin tergoda untuk bertanya ada apa di balik orang-orang, bangsa, para tuan rumah saya, yang keunggulan teknologinya dipuji-puji dalam buku Wilkinson itu?

Saya mohon pembaca tidak khilaf menduga. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyajikan suatu analisis khusus sebagai jawaban atau penjelasan atas pertanyaan di atas. Sesuai dengan tujuan blog ini sejak awal, saya hanya ingin berceritera tentang pengalaman-pengalaman kecil saya, langsung di Negeri Matahari Terbit ini, yang mungkin jarang diketahui dan didengar oleh para Sahabat dan Kerabat saya di tanah air atau di mana saja berada. Beberapa alinea awal di atas hanya merupakan pengantar untuk menunjukkan betapa Jepang yang terdengar dan terlihat di mana saja, yang canggih-praktis-efisien-perfek tampilannya, sesungguhnya menyimpan begitu banyak hal di bumi asalnya yang tidak segamblang apa yang terlihat dan terdengar itu.

(bersambung)

……………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………

henri daros

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: