MALAPETAKA GEMPA JEPANG, KETIKA TSUNAMI LANGSUNG MENERJANG

[ JAPAN EARTHQUAKE CATASTROPHE ]

Jumat, 11 Maret 2011. Arloji menunjukkan pukul 13.46 lewat, waktu Indonesia bagian tengah. Momen yang ternyata patut dicatat dan dikenang sebagai bagian dari sebuah peristiwa alam historis nan tragis.

Santap siang sehabis kegiatan paruh pertama hari perdana di Pulau Dewata baru saja selesai. Ritual rutin untuk memutakhirkan diri dengan informasi tentang pelbagai peristiwa dusun global merupakan santapan penting berikutnya. Maka secara serta-merta tangan tergerak menyentuh remote control di kamar tempat penginapan.

Sekilas tampak sesuatu yang aneh di saluran BBC. Rentetan gambar yang belum bisa direka apa persisnya, disertai bunyi menderu. Tak ayal lagi mata semakin terpasang.

Ketika suara penyiar kembali terdengar, jelaslah akhirnya, Jepang baru saja diguncang gempa yang luar biasa dahsyat.

Terjadi pukul 14.46 waktu Jepang, ya, pukul 13.46 waktu Indonesia bagian tengah barusan. Dan dalam hitungan menit, tsunami pun langsung menerjang. Tampak gamblang di layar, live.

Rasa tak percaya segera menuntut cek silang ke saluran CNN. Sama saja, real time pula. Ya ampun!

Gempa dahsyat itu seakan serta-merta mendesak penggumpalan seluruh kekuatan tsunami yang langsung bergerak menerjang daratan. Tampak pusaran tsunami di lepas pantai utara timur laut Pulau Honshu, Jepang, dekat episentrum gempa, sesaat sebelum menghantam pantai.

Masih tetap tak mau percaya, sambil terus menatap ke layar kaca, tangan pun tergesa membuka laptop. Cek silang diperluas ke internet, secara acak saja, maklum perasaan lagi diharu-biru.

Tak ada, atau lebih tepat, belum ada berita panjang lebar di sana, namun jelas dan tegas menyebutkan peristiwa. Sebuah sumber menyebut gempa berkekuatan lebih dari 7 skala Jepang. Berarti lebih dari 8 skala Richter.

Jelasnya 8,9 skala Richter sebagaimana disebut berulang kali, lagi dan lagi, baik oleh BBC maupun CNN.

Ya, gempa terdahsyat di Jepang dalam 100 tahun terakhir, dan kelima terkuat di dunia. Demikian tambahan keterangan. Guncangan pun terasa keras di Beijing. Gambar-gambar mencekam yang susul-menyusul di layar tv semakin menegaskan catatan tersebut.

Sendai, ibukota Prefektur Miyagi, di bagian utara timur laut Pulau Honshu, pulau terbesar di Jepang, sekitar 400 km jarak tempuh kendaraan dari Tokyo, tampak berulang-ulang ditayang. Di kawasan itulah gempa dahsyat ini unjuk kekuatan. Di kawasan itu pula tsunami langsung mengamuk tanpa menunggu jeda.

Twin disasters, dahsyatnya pun berlipat ganda. Tidak sekadar 8000 kali lebih dahsyat dari gempa di Christchurch, Selandia Baru, baru-baru ini.

Prefektur Miyagi di bagian utara-timur Pulau Honshu, Jepang, dengan Kota Sendai sebagai ibukota, yang merupakan kawasan paling menderita dalam gempa-tsunami dahsyat kali ini, tampak dalam peta global dan kawasan Asia Timur. Sendai terletak sekitar 400 km di sebelah utara Tokyo, atau hampir 700 km jarak tempuh kendaraan dari Nagoya, Prefektur Aichi (Wilayah Chubu, Jepang Tengah) tempat tinggal dan tempat tugas saya sejak tahun 2000.

***************************************** 

Prefektur Miyagi, nomor 4, dengan Kota Sendai sebagai ibukota, di antara prefektur-prefektur dan wilayah administratif lain se-Jepang. Kawasan pantai di beberapa prefektur (no. 3,4,7 dan 8), yaitu pantai utara-timur Pulau Honshu, merupakan kawasan yang paling parah diterjang tsunami. Tokyo, no. 13, juga diguncang keras dan mengalami suasana mencekam serta dampak kerusakan, sedangkan di Nagoya, Prefektur Aichi, no. 23, tidak seberapa.

 ******************************************

Prefektur Miyagi dengan Kota Sendai sebagai ibukota, dan kota-kota kabupaten se-prefektur. ‘Rural regions’ sepanjang pantai prefektur Miyagi dan prefektur-prefektur tetangga, di mana terdapat pelbagai usaha ‘manufacturing’ berkualitas tinggi sebagaimana umumnya di Jepang, praktis tersapu tsunami. Kota kecil Minamisanriku misalnya, dengan penduduk hampir 10.000 jiwa, tak tersisa apa-apa lagi kecuali puing-puing berserakan.

*****************************************

******************************************

Bali, 12 Maret 2011

henri daros

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: