SAKURA PUN MEKAR DI ANTARA BETON-BETON KOTA NAGOYA: ILHAM BUAT KEHIDUPAN

Ketika Upacara Wisuda Universitas Nanzan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada tanggal 21 Maret 2011, saya sedang berada di Jakarta. Saat sedang berlangsung kegiatan pekan terakhir di tanah air pada jedah Semester Musim Semi 2011.
 
Perayaan Wisuda itu tentu saja saya kenangkan secara khusus.
 
Betapa tidak! Ada 43 mahasiswa dari Jurusan Studi Asia (dengan Program Kajian Cina dan Program Kajian Indonesia-nya), tempat saya mengabdi, yang ikut diwisuda. Saya tidak hadir di sana tapi hati saya bersama mereka.

Tanggal 21 Maret 2011 dalam kalender resmi Jepang merupakan hari libur umum, Shunbun-no-Hi, hari awal Musim Semi. Bersemi pula Universitas Nanzan, Nagoya, yang pada hari itu merayakan Wisuda Tamatan Tahun Akademik 2010-2011. Bersamaan dengan mulai mekarnya bunga Sakura, bermekaran pula para lulusan baru. Foto diambil di Sakae, salah satu kawasan ramai di kota Nagoya, lebih dari seminggu sesudah hari wisuda tersebut.

Beberapa hari sebelum meninggalkan tanah air, diterima pesan dari seorang wisudawan. Sedih dan rindu katanya ketika tidak melihat saya ada di sana.

Meski sudah mendapat pekerjaan, di sebuah perusahaan terkenal pula, dan akan segera mulai bekerja, hatinya masih tertambat di Nanzan, katanya lagi. Dan … masih ingin terus belajar tentang Indonesia. Betapa menyentuh.

Sadar bahwa ketika tiba kembali di Negeri Matahari Terbit anak-anak muda itu sudah kembali ke kampung halaman masing-masing untuk mulai mengadu nasib, sangat tipis kemungkinan dan sedikit sekali kesempatan untuk berjumpa.

Beruntung sekali sang wisudawan yang mengirimkan pesan adalah warga Nagoya juga. Tak ada halangan untuk bertemu, termasuk pula beberapa rekannya sekota yang masih bebas. Yang lain konon masih mencari kesempatan. Masih terasa berat perpisahan tanpa pamitan.

Kesempatan bertemu sekelompok kecil mahasiswa dari ke-43 mahasiswa lulusan Jurusan Studi Asia yang baru diwisuda, untuk berbincang-bincang santai di malam hari, di Restoran 'Sama-Sama', sebuah restoran Indonesia di kawasan ramai Sakae, Nagoya.

Dua hari setiba kembali dari tanah air, kesibukan berbenah di kampus ditinggalkan sejenak. Saatnya bertemu. Memberikan kesempatan buat anak-anak muda yang cinta Indonesia ini melepas rindunya.

Tak terduga, di jalan ke tempat yang telah disepakati untuk bertemu, di antara beton-beton kota Nagoya, bunga Sakura tampak mulai bermekaran.

Semangat dan gairah hidup anak-anak muda itu seakan-akan tampak di depan mata … dalam wujud bunga Sakura, segar dan meyakinkan di tengah tantangan hidup yang keras dalam wujud beton-beton kota.

Tak cuma yang putih, Sakura merah muda pun mulai bermekaran, tampak segar di antara beton-beton dan keramaian kota. Semoga sesegar itu pula semangat, dan setegar itu pula tekad para lulusan yang telah dilepas pergi ke masyarakat luas dan ke dunia bebas.

Dan ketika akhirnya aneka cerita pengalaman dan perjuangan mereka tertumpah, bahkan tanpa sengaja membawa suara rekan-rekan mereka yang sudah tersebar, sadarlah saya bahwa apa yang telah coba dilakukan bagi mereka dan bersama mereka, selama 4 tahun masa studi mereka yang telah lewat, tidaklah sia-sia.

Di wajah-wajah merekalah seorang guru pada gilirannya boleh bercermin dan mematut diri, agar tampil lebih baik, lebih meyakinkan, lebih bertanggung-jawab, buat angkatan-angkatan lainnya yang masih tanpa henti berdatangan.

Dan … mereka pun ingin belajar tentang Indonesia.

Sambil duduk lesehan, berbincang-bincang dalam bahasa Indonesia dan menikmati hidangan Indonesia.

Menyaksikan Sakura bermekaran di antara beton-beton kota Nagoya, terbersit harapan agar semangat dan gairah hidup mereka pun mekar, dan selalu tegar, di tengah tantangan hidup yang kian berat.

Satu angkatan lagi dilepas pergi, semoga mereka berhasil.

Selamat berlayar putra-putri kebanggaan!

Rabu, 30 Maret 2011

Henri Daros

Menikmati dan menghargai keindahan bunga Sakura yang lagi mekar, di mana pun itu, dengan mendekatkan diri pada naungan keindahannya. Siapa tahu mendapat percikan energi keindahan untuk bisa menghasilkan 'karya-karya indah' pula, demi kemanusiaan dan demi dunia yang lebih baik.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: