HARI RAYA MINGGU PALMA – 2011 – PALM SUNDAY

[ MINGGU PALMA – PALM SUNDAY ]

 

Buat Para Sahabat dan Kerabat

SELAMAT MERAYAKAN HARI MINGGU PALMA

Minggu, 17 April 2011

DAN MENJALANI HARI-HARI PEKAN SUCI

17 – 24 April 2011

TUHAN MERAHMATI

Henri Daros

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Henri Daros  On April 17, 2011 at 10:57 am

    Para Pengunjung,

    Banyak terima kasih sudah mampir, entah sengaja atau hanya kebetulan.

    Sejauh yang saya ikuti, ada yang mampir dengan atau setelah mengetik ‘kalimat pencari’ sebagai berikut, yaitu: ‘mana sebutan yang benar, minggu palma atau minggu palem’. Sebagaimana Anda lihat, dalam ucapan selamat di atas tertulis secara jelas ‘Minggu Palma’. Mana yang benar?

    ‘Palma’ adalah kata Latin untuk ‘palem’ dalam bahasa Indonesia. Dulu bahasa Latin adalah bahasa resmi yang secara umum digunakan dalam upacara keagamaan Gereja Katolik, termasuk di tanah air, meskipun sudah sejak awal bahasa Indonesia (nb. Bahasa Melayu waktu itu), bahkan bahasa daerah setempat, sudah digunakan juga, demi membantu pemahaman sekaligus pengungkapan iman umat yang mengikuti upacara.

    Istilah-istilah atau sebutan tertentu pun menggunakan kata Latin, termasuk sebutan ‘Minggu Palma’ itu. Sesuatu yang sudah sangat biasa, dengan arti atau makna yang sudah jelas dan gamblang untuk semua.

    Sampai pada suatu masa ketika bahasa Indonesia mulai digunakan secara resmi sebagai bahasa Liturgi di kalangan Gereja Katolik di Indonesia, istilah-istilah dan sebutan Latin yang sudah populer dan akrab itu masih tetap dipakai, meskipun sudah ada terjemahan resmi dalam bahasa Indonesia.

    Pada kenyataannya, dalam pemakaian sehari-hari, satu tidak meniadakan yang lain. Karena itu, ada sebutan ‘Minggu Palem’, tetapi tetap lebih populer dan akrab sebutan ‘Minggu Palma’. Terutama buat kalangan Umat Katolik di kawasan Nusa Tenggara Timur.

    Maka, bukanlah persoalan benar-salahnya sebutan (nb. karena sesungguhnya dalam ‘Kamus Besar Bahasa Indonesia’ pun ada entri untuk kata ‘palma’, bahkan juga ‘palm’, yang dirujuk ke ‘palem’; jadi, lebih berkaitan dengan pembedaan kata yang ‘baku’ dan ‘bukan baku’ menurut KBBI), tetapi sesungguhnya soal praksis penggunaan kata itulah yang tersentuh secara tak langsung, yaitu soal apakah ‘berterima’ atau ‘tidak berterima’. Melihat konteks tersebut di atas, penggunaan kata ‘Minggu Palma’ jelas sangat berterima.

    Para peminat apalagi peneliti segi-segi semantis, gramatikal dan pragmatis dalam praksis berbahasa tentu tidak asing lagi dengan istilah ‘berterima’ dan ‘tidak berterima’ ini.

    Ketika menulis ucapan selamat di atas pun sudah diketahui bahwa ‘palem’ adalah kata bahasa Indonesia untuk ‘palma’, kata dari bahasa Latin itu. Maka, menyebut ‘Minggu Palem’ pun boleh-boleh saja.

    Namun, menyebut ‘Minggu Palma’ akan langsung menyentuh hati setiap orang yang pernah hidup dalam tradisi yang sudah dideskripsikan itu, dan semua mereka yang masih menghidupi tradisi itu hingga kini.

    Jika orang secara batin tersentuh dan terajak untuk ambil bagian dalam perayaan, dan selanjutnya dalam sikap iman kembali merenungkan, menghayati dan memaknai inti serta pesan perayaan tersebut bagi kehidupannya, tercapailah tujuan utama dari ucapan selamat yang disampaikan.

    Frasa ‘Minggu Palma’ adalah sepenggal lirik klasik yang dengan tahu dan mau dilantun ulang untuk menyapa dan menggetarkan keterlibatan batin yang semoga semakin lebih dalam dan semakin lebih bermakna pula.

    Selamat ‘Hari Raya Minggu Palma’ bagi yang merayakannya.

    ***************

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: