ETOS BUSHIDO, SPIRIT SAMURAI

[ Sebulan Setelah Bencana Menerjang ]

Ban Ki Moon, Sekjen PBB itu, tepat dan benar sekali, ketika sejak hari pertama bencana gempa dan tsunami Tohoku menyatakan bahwa ‘Jepang adalah negara yang sangat dermawan, yang selalu pada kesempatan pertama terjun ke mana pun saja di pelbagai belahan bumi ini setiap kali terjadi bencana’.

Dengan itu, sebagai Sekjen PBB, Ban Ki Moon menyampaikan seruan resmi kepada dunia internasional untuk segera (balik) membantu Jepang yang baru saja ditimpa bencana dahsyat.

Tepat dan benar pernyataannya, dan Satgas Jepang untuk urusan bencana memang tak perlu diragukan lagi ketangguhannya. Namun, para anggota Satgas adalah manusia juga.

Segera setelah bencana menerjang, pendeta Buddhis ini menziarahi kawasan bencana, dari satu tempat ke tempat yang lain, untuk mendoakan para korban.

Sebulan setelah bencana, ketika ditanyakan tentang pengalamannya menangani bencana di negeri sendiri, seorang anggota Satgas berpengalaman seakan mewakili rekan-rekannya berkata dengan suara tertahan: ‘Inilah bencana terdahsyat dan tugas terberat yang belum pernah kami hadapi. Namun sudah bulat tekad kami untuk tetap dan terus bekerja. Kami pun akan terus mencari untuk menemukan semua jenazah yang masih bisa kami temukan. Dan kami akan menyerahkan jenazan-jenazah itu secara terhormat kepada keluarganya masing-masing’.

Dan, mereka tidak asal bicara. Sebulan setelah terjadi bencana, pencarian semakin diintensifkan. Ke mana? Ke kawasan yang telah terkontaminasi radiasi nuklir. Bukan menghindarinya. Berpakaian pelindung, tentu saja, namun semua tahu bahwa tetap saja ada resiko. Mereka mempertaruhkan hidup mereka sendiri.

Pencarian jenazah di kawasan yang terkontaminasi radiasi nuklir.

Namun kisah mempertaruhkan hidup ini sudah dimulai ketika fasilitas nuklir Fukushima Daiichi lepas kendali. Sejumlah 300 petugas berada di garis terdepan untuk mengatasinya, terdiri dari para teknisi, polisi dan anggota pasukan pemadam kebakaran. Terbagi atas 6 shift, dengan 50 anggota untuk masing-masing shift. Dari situlah nama gugus ”Fukushima 50” berasal.

Seorang perempuan lanjut usia, ibu dari seorang pemuda anggota ‘Fukushima 50’, dengan suara tenang berkata: ‘Anakku sudah bilang pada saya bahwa dia bersama teman-temannya sudah memutuskan untuk menerima tugas ini meskipun berbahaya untuk nyawa mereka … saya menghargai keputusannya’.

Murid-murid sebuah sekolah dasar, tanpa pakaian seragam, memulai kegiatan pelajaran di tempat pengungsian dengan mengheningkan cipta bagi para korban bencana yang meninggal.

Kisah keberanian, ketegaran, ketangguhan, kejujuran, kesabaran, pengendalian diri, pengorbanan, ya kepahlawanan dalam pelbagai wujud, masih banyak tersebar. Tak terdengar dan tak terekam, namun terasa dan terlihat. Tidak hanya di kalangan gugus-gugus satgas yang menjelajahi kawasan bencana, tapi juga di antara para korban bencana, tua dan muda, bahkan anak-anak, di tempat-tempat pengungsian dan pusat-pusat penampungan.

Namun, dengan aura bencana yang masih membayang, watak kepahlawanan ‘in action’ ini agaknya masih akan mendapat tantangan.

Tak kurang ada seismolog yang meramalkan bahwa terdapat kemungkinan besar akan terjadi sebuah gempa susulan kuat berskala 8 yang diikuti oleh tsunami. Para korban di tempat-tempat penampungan menanggapinya dengan tenang, dan sikap siaga warga di luar kawasan bencana saat ini pun tampak terjaga.

Etos ‘Bushido’ dan spirit ‘Samurai’ sedang membuktikan dirinya, dengan anggun.
Tak retak oleh gempa, tak mati oleh tsunami.

henri daros

Tepat sebulan setelah bencana, Senin 11 April 2011. Tampak gadis kecil Ayaka bersama ibu dan bibinya berdoa di tempat di mana rumah mereka pernah berdiri. Ayaka kehilangan dua orang terkasih dalam bencana tersebut, yaitu neneknya, dan ibu dari neneknya. Sang putri kecil Ayaka, cucu sekaligus cicit yang jadi pusat siraman kasih sayang mereka, pasti sangat merasakan kehilangan tragis tersebut.

 
 
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: