IDO NOZOKI, KETIKA TRADISI PEDULI SI KECIL

[ IDO NOZOKI: LOOKING INTO THE WELL ]

sumur untuk ritus keluarga 'ido nozoki' di salah satu bagian kuil

Watak pemarah, jelas, tak ada yang suka. Apalagi jika ketika bereaksi terhadap segala sesuatu yang menghambat keinginan, atau menghalangi kehendak, selalu dengan letupan kemarahan yang meledak-ledak. Tak terkendali nalar dan rasa. Tak tersaring budi dan hati.

Untuk hal yang satu ini, saudara-saudara kita di Nippon tampaknya luar biasa peduli. Sedemikian peduli sehingga dirasa perlu untuk mencegah gelagat mencuatnya temperamen tersebut dalam diri anak sejak dini.

Bisa saja ada yang bilang, ah, bukan cuma orang Nippon yang peduli hal itu. Betul, siapa pun tahu. Namun, bukanlah di situ duduk ceritanya.

saat 'ido nozoki', si putri cilik menjenguk ke dalam sumur, dibantu ibunya

Hal yang unik ialah cara bagaimana warga Negeri Samurai ini menunjukkan kepeduliannya. Lagi-lagi saya menemukan dalam Kalender Tradisional Nippon contoh keunikan itu. Tradisi ”Ido Nozoki”, tradisi ”Menjenguk Ke Dalam Sumur”, itulah keunikannya.

Tahun ini, tahun 2011, hari khusus itu jatuh pada tanggal 1 Juni. Keluarga yang mempunyai anak kecil membawa anaknya ke kuil tertentu, biasanya kuil Shinto, yang mempunyai sumur khusus.

Di samping sumur yang terbuka anak digendong atau diangkat sampai bisa menjengukkan kepalanya untuk melihat ke dalam sumur.

Tradisi mengisahkan bahwa memandang ke dalam sumur yang berair bening itu akan membantu menghindarkan anak dari kecenderungan berperilaku garang dan mudah marah (‘mushike’) dan dari watak serta tingkah laku tidak kenal sabar.

Diyakini bahwa penyadarannya sejak usia dini akan membantu pertumbuhan sehat kepribadian si anak untuk selanjutnya.

penuh perhatian dan ingin tahu, si bocah lagi menjenguk ke dalam sumur

Tentu saja pendidikan anak sehari-harilah yang akan membantu pertumbuhan kepribadian yang sehat itu. Namun, suatu tradisi yang sudah sangat membudaya seperti ini, tidak salah lagi, akan selalu menjadi seperti denting lonceng kecil nan merdu yang mengingatkan dan menyadarkan. Tanpa beban karena dengan keinsafan.

Juga bagi si kecil yang akan selalu mengenangnya sebagai peristiwa unik dan kemudian perlahan-lahan akan menangkap pula pesan dan maknanya.

Baru sebulan yang lalu, tanggal 5 Mei, warga Nippon merayakan festival Hari Anak-Anak, ‘Kodomo-no-Hi’, dengan simbol ‘Koinobori’-nya yang sarat makna … dan sekarang, lagi-lagi demi anak-anak, dengan ‘Ido Nozoki’-nya.

Betapa ‘manja’ anak-anak Nippon … ya, betapa diperhatikan.

Sudah umum diketahui bahwa situasi dan pola hidup masyarakat Jepang yang serba modern dan serba ada menampilkan banyak tantangan, dan bersisi negatif pula, juga buat keluarga dan anak-anak.

Namun, tradisi dan kesetiaan terhadap kearifan tradisi sangat membantu warganya menghadapi tantangan dan godaan itu. Tentu saja bukan tanpa perjuangan.

digendong nenek, sehabis 'ido nozoki', sang cucu tersayang didoakan juga oleh petugas kuil setempat

Saya sempat bertanya kepada seorang kenalan, seorang ‘office lady’ yang supersibuk, apakah dia pun akan membawa anaknya ke kuil untuk ritus ‘Ido Nozoki’ ini.

”Oh, kakek dan neneknya yang membawa dia ke sana”, jawabnya. ”Sekalian berekreasi … ”, katanya lagi.

Boleh jadi tidak semua warga Nippon masih setia melaksanakannya. Namun, ketika itu masih juga dilaksanakan, maka kendati orangtua si anak disandera kesibukan, kakek dan nenek, atau kerabat lainnya pun merasa perlu dan dengan senang hati mengambil-alih kewajibannya.

Tradisi, kearifan budaya, memang bukan sekadar untuk dipuja-puji dan dielus-elus, tapi untuk dihidupi. Sehidup-hidupnya. Hanya dengan cara itulah kita boleh yakin bahwa warisan berharga itu tak akan lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas.

Dan, tentu saja, akan tetap bermakna untuk kehidupan.

henri daros

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: