OKIAGARI-KOBOSHI: SOSOK TAHAN BANTING

Anak-anak menyukainya. Habis, lucu dan mengasyikkan. Orang dewasa mengapresiasi. Habis, sudah jadi bagian dari tradisi.

Bahwa seorang perdana menteri membawanya ke forum konferensi tingkat tinggi, itu cerita lain lagi.

‘Okiagari-Koboshi’, boneka tradisional Jepang, memang merupakan hadiah khusus yang selalu menyenangkan buat anak-anak. Boneka yang dirancang sedemikian rupa, termasuk gaya beratnya, sehingga setiap kali terjatuh, dijatuhkan atau dijungkir-balik, selalu serta-merta bangkit kembali dalam posisi tegak.

Maka, anak-anak pun senang dan asyik memainkannya. Penasaran!

'okiagari-koboshi' buatan aizuwakamatsu, fukushima

Bagi orang dewasa, tentu tidak lagi menjadi barang mainan. ‘Okiagari-Koboshi’ adalah tradisi. Lebih dari itu, sebuah kearifan.

Boneka tradisional yang memang merupakan hasil kerajinan seni tradisional yang sudah berabad usianya ini adalah simbol sikap tabah dan tahan banting.

Ada beberapa variasi bentuk ‘Okiagari-Koboshi’, demikian pun warnanya. Namun kekhasannya tetap sama, yaitu langsung tegak kembali setiap kali jatuh. Dengan demikian pesan simboliknya pun tetap terjaga, tidak berubah.

Maka, Perdana Menteri Naoto Kan pun dengan sengaja membawanya serta ke pertemuan tingkat tinggi di Prancis dan Belgia baru-baru ini.

Boneka ‘Okiagari-Koboshi’ yang dibawanya pun khusus buatan salah satu prefektur di wilayah bencana.

'daruma', salah satu variasi dari 'okiagari-koboshi'

Di forum negara-negara Eropa yang sarat dengan ekspresi solidaritas terhadap Jepang itu Naoto Kan tinggal mengeluarkannya dari saku saat menyampaikan ucapan terima kasihnya.

Pesannya jelas. Segala bentuk solidaritas yang ditujukan bagi Jepang yang tertimpa bencana tidak akan sia-sia, dan tidak akan disia-siakan, karena gayung bersambut dengan tekad Jepang sendiri untuk segera bangkit kembali dari puing-puing bencana.

Dan tekad itu langsung didemonstrasikan sendiri oleh sang ‘Okiagari-Koboshi’ dari Fukushima di forum terhormat itu. Boneka berwajah lugu dan lucu yang telah ikut terbang dari Jepang dalam saku perdana menteri.

‘Okiagari-Koboshi’ juga simbol keberuntungan. Namun, di saat kerja keras untuk pemulihan belum lagi berakhir, siapa pun di Negeri Samurai ini pasti akan bersikap realistis.

Sikap tabah dan tahan banting masih harus dibuktikan. Keberuntungan akan dilihat sebagai hasil dari suatu kerja keras. Warga Negeri Samurai ini sudah paham benar tentang soal-soal seperti ini.

'ponyo', satu variasi lainnya lagi dari 'okiagari-koboshi'

Terbayang, setidaknya, saat menghapus keringat dan melepas lelah, ‘Okiagari-Koboshi’ yang terlihat di ruang keluarga, atau di tangan sang anak, bisa selalu menjadi isyarat bahwa tetesan keringat dan rasa lelah akan terganjar juga, dan bahwa bangkit kembali bukanlah sesuatu yang mustahil.

Namun, ‘Okiagari-Koboshi’ sesungguhnya lebih dari sekadar sebuah boneka. Dia terpatri di hati, terajut di urat-urat nadi, mengalir dalam darah, terhembus bersama nafas.

Ya, ‘Okiagari-Koboshi’ sesungguhnya spirit yang sedang beraksi. Menjelma dalam diri warga yang sedang membuktikan diri sebagai sosok-sosok tahan banting. Negeri Samurai memang sedang bangkit kembali.

henri daros

'okiagari-koboshi', kiriman dari fukushima tiga bulan pascabencana, kini menghiasi kamar kediaman saya bersama simbol-simbol nippon lainnya

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: