BADAI BATAL NAMUN BUKAN TANPA DAMPAK

[ Badai Roke, Nagoya 20 – 21 September 2011 ]

‘Badai Roke’, badai no. 15, ternyata batal menerjang Nagoya secara langsung pada hari Rabu sore tanggal 21 September dengan kedahsyatannya yang diramalkan itu. Badai yang bergerak dengan kecepatan rendah itu memang diramalkan akan membawa dampak kerusakan yang lebih besar dari badai no.16 yang lebih tinggi kecepatannya, dan yang sudah melintas pada hari Selasa sore tanggal 20 September. Melintasnya badai no. 16 itu pun menyisir pantai, jadi kota Nagoya tak terkena secara langsung.

Namun curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang menandai datangnya badai sejak hari Selasa cukup menimbulkan banyak masalah dan kerusakan. Di banyak titik di tiga distrik dalam wilayah kota Nagoya terjadi banjir yang menimbulkan masalah lalu-lintas akibat luapan air dari sebuah sungai besar yang melintasinya. Tanah longsor dengan segala akibat ikutannya terjadi di banyak tempat di luar kota, khususnya di kawasan celah-celah gunung dan bukit. Ada pula korban jiwa.

nagoya, aichi prefecture, japan

Tiga dari sejumlah gambar yang masuk ke kotak e-mail saya lewat media online tentang peristiwa-peristiwa terakhir dihadirkan di sini. Dua gambar banjir yang terjadi di Nagoya dan satu gambar dari Toyokawa, dekat Nagoya.

Sesungguhnya sudah sempat terjadi tiupan dan pusaran angin kencang disertai bunyi mendesing pada hari Rabu siang sampai sore di kawasan kota Nagoya. Banyak orang, termasuk saya, mengira bahwa badai dahsyat yang diramalkan itu akan segera terjadi. Ternyata tiupan angin melemah, semakin melemah dan akhirnya menghilang. Kemudian diperoleh berita bahwa badai yang rupanya berbelok arah itu sudah menuju ke utara Jepang dan sedang menghampiri kawasan Tokyo dan diperkirakan akan menghantam Wilayah Tohoku, yaitu wilayah yang diguncang gempa dan diterjang tsunami enam bulan yang lalu. Fukushima pun bakal tak luput, begitu menurut berita.

nagoya, aichi prefecture, japan

Kampus Universitas Nanzan, tempat tugas saya, memang terletak di tempat yang cukup aman, khususnya dari bahaya banjir yang meluap dan menggenang, karena berada di ketinggian bukit. Demikian pun tempat kediaman saya yang terletak hanya beberapa meter di samping gerbang timur kampus.

Ya, lega karena terbebas dari badai, namun prihatin atas korban dan kerusakan yang sudah dan sedang terjadi di berbagai tempat lain.

henri daros

toyokawa, aichi prefecture, japan

********************

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: