THE FIRST LILY OF AUTUMN vs THE LAST ROSE OF SUMMER?

[ The First Lily of Autumn vs The Last Rose of Summer? ]

Pesona Nan Tak Terduga

Saat hendak memasuki gedung tempat ruang kerja saya di kampus, langkah mendadak tertahan. Sesuatu di antara jejeran rapi perdu hias serba hijau, yang merupakan pagar hidup yang sengaja ditanam di situ, menjadi penyebabnya. Setangkai bunga Bakung, atau bunga Lili (Lily) jika Anda lebih suka menyebutnya demikian, tampak di sana.

Ya, hanya setangkai …, cuma sekuntum …, tumbuh bebas, tidak ditanam siapa-siapa …, tegak, seakan menyapa. Itulah yang membuat saya tak tega untuk terus berlangkah. Terpanah dan terpesona. Menatapnya lekat-lekat, mengambil kamera dari kantong belakang, lalu mengabadikannya.

Sebelum beranjak pergi, teringat bahwa musim panas sedang perlahan beralih ke musim gugur. Dan sebuah melodi manis, dengan liriknya yang melankolis, langsung menyelinap masuk ke hati: ”Tis the last rose of summer, left blooming alone. All her lovely companions are faded and gone …. ”. Aaaah!

Sementara melodi ‘Mawar Terakhir Musim Panas’ itu semakin mengaduk-aduk memori di hati, sang ‘Bakung’  dengan pesonanya yang sedang tergelar di depan mata terus bergoyang dihembus angin senja ambang Musim Gugur, seakan bersenandung pula … Apakah ”The Last Rose of Summer” sedang bertukar sapa dengan ”The First Lily of Autumn” dalam diri seorang musafir yang sama?

Boleh jadi …  Ataukah kembang setangkai ini pun sesungguhnya merupakan ”The Last Lily of Summer” yang sedang mohon pamit?

Ah, sebuah pertanyaan yang tak perlu repot disimak. Datang atau pergi, pertama atau terakhir, semuanya sama-sama hadir di rahim bumi. Sama-sama disemai kembali di lubuk hati, menjadi melodi penyejuk nurani. Pada waktunya akan menghiasi alam kembali, mementaskan diri silih berganti, seperti simfoni. Abadi.

setangkai bakung putih di kampus nanzan (foto henri daros)

SETANGKAI BAKUNG PUTIH

—–

Senja sudah sangat redup

saat melintas di tengah kampus.

—–

Terlihat kembang Bakung, tersembul

di tengah rimba perdu hijau.

—–

Putih, sendiri, anggun ……..

—–

Selamat malam, kusapa lembut,

dan …. terima kasih,

telah kauhiasi hariku.

setangkai bakung putih di kampus nanzan (foto henri daros)

Kampus Nanzan,  Nagoya

Minggu, 9 Oktober 2011

henri daros

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: