JOSÉ RAMOS-HORTA DI UNIVERSITAS NANZAN

******

KUNJUNGAN JOSÉ RAMOS-HORTA
UNIVERSITAS NANZAN, NAGOYA, JEPANG
27 NOVEMBER 2012

******

Penerima Nobel Perdamaian 1996 dan Presiden Timor Leste 2007-Mei-2012 itu, melalui mimbar Jurusan Studi Asia berbicara di depan forum Civitas Academica Universitas Nanzan, Nagoya, Jepang tentang topik ”Post Conflict Countries: From Conflict to Peace and Prosperity – The Case of Timor Leste”.

Didampingi oleh Dubes Timor Leste untuk Jepang yang adalah mantan mahasiswa pada Pusat Studi Jepang Universitas Nanzan, José Ramos-Horta yang meski sudah sering mengunjungi Jepang namun baru untuk pertama kalinya datang ke Universitas Nanzan itu tampil sangat mengesankan selama menyampaikan ceramahnya pada hari Selasa siang tanggal 27 November 2012 ini.

******

(Photos: Ms. M. Ooya / Ajia Gakka)

José Ramos-Horta didampingi oleh Dekan ‘Foreign Studies Faculty’ Universitas Nanzan memasuki aula tempat berlangsungnya ceramah. (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Ketua Jurusan Studi Asia (Ajia Gakka) Universitas Nanzan memandu acara. (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Dekan ‘Foreign Studies Faculty’ Universitas Nanzan menyampaikan sambutan dan ucapan selamat datang.(Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Karisma José Ramos-Horta sebagai negarawan terpancar dan terasa sejak awal ceramahnya. Butir-butir kearifan sebagai pejuang dan negarawan, baik selama periode perjuangan di masa lalu maupun dalam mengelola tantangan serta harapan untuk masa depan tampaknya berperan penting bagi sukses seorang Ramos-Horta demi Timor Leste yang dicintainya. (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Gambaran jejak-jejak kearifan itu tak hanya ditemukan dalam teks yang dibagikan tetapi juga dalam kisah ulang pengalamannya secara bebas di luar teks … (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Rekonsiliasi internal dan eksternal setelah periode konflik … itulah antara lain paparan yang mengesankan dalam ceramah José Ramos-Horta pada kesempatan ini … tanda kebesaran jiwa.  (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Pertanyaan pertama dari seorang mahasiswa dalam sesi tanya-jawab … (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Tetum, demikian tertulis di belakang … siapa pun yang mendalami dunia Timor Leste pasti mengetahuinya. Itulah salah satu kekuatan budaya yang tak bisa diabaikan. Sementara itu, ketersediaan sumber daya alam sedang sedapat mungkin diimbangi oleh ketersediaan sumber daya manusia yang andal untuk mengelolanya.  (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Lagi, satu dari sejumlah mahasiswa yang bertanya … (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Pertanyaan lainnya lagi … (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Bertanya dan bertanya lagi . Malu bertanya bisa sesat berpikir tentang negeri kecil namun  berjiwa besar ini. (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Karangan bunga dari seorang mahasiswa, akhirnya … (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Peran penting dan nyata Bahasa Indonesia di Timor Leste tak hanya dipaparkan secara jelas dalam ceramahnya, tapi juga dibuktikan saat berbincang-bincang santai di luar aula … Iya, berbincang-bincang sejenak dalam bahasa Indonesia, disaksikan oleh Dekan ‘Foreign Studies Faculty’ Universitas Nanzan yang tentu tidak mengerti apa yang tengah diperbincangkan. (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Bertukar cerita tentang Flores dan Timor Leste … nun jauh di belahan tenggara timur Nusantara. (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******

Sampai jumpa lagi … Pak José Ramos-Horta akhirnya melambaikan tangan isyarat perpisahan … sementara Dubes Timor Leste untuk Jepang tampak sedang menunggu dengan sabar di belakang. (Foto: Ms M. Ooya/AG)

******
Terima kasih buat Pak José Ramos-Horta.
Nagoya, 27 November 2012
Henri Daros
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: