KETIKA ‘HINAMATSURI’ SI PUTRI DIHADANG BADAI

Kisah Kepahlawanan Seorang Ayah
Demi Putri Terkasih

******

Tampak suasana di sebuah jalanan di Hokkaido, 3 Maret 2013, setelah badai salju menerjang  (Foto: AFP)

Tampak suasana di sebuah jalanan di Hokkaido, 3 Maret 2013, setelah diterjang oleh badai salju yang dahsyat (Foto: AFP)

******

Badai yang tak terduga

Hokkaido, pulau paling utara itu, siapa tak tahu iklimnya. Musim dingin yang senantiasa bersalju dan suhu udara yang sering minus, semuanya sudah diantisipasi. Bahkan angin kencang sewaktu-waktu yang menyapu butir-butir salju hingga beterbangan liar, itu pun sudah tak asing.

Namun, badai yang terjadi di akhir pekan awal bulan Maret ini agak di luar dugaan. Berkecepatan 109 kilometer per jam di tengah suhu dingin menggigit, minus 6 derajat Celsius, tak ayal lagi telah memporakporandakan antisipasi normal warga setempat.

Jarak pandang mendadak terhalang, jalanan tak lagi tampak, banyak kendaraan terperangkap, rumah-rumah warga terisolasi, itulah bagian dari ‘chaos’ akhir pekan yang tentu saja membuat panik.

Warga Jepang di kawasan lainnya mengikuti kabar dari utara ini dengan rasa khawatir dan prihatin.

'Hinamatsuri' (Festival Boneka) setiap tanggal 3 Maret adalah perayaan tradisional, khusus buat anak-anak putri, di Jepang

‘Hinamatsuri’ (Festival Boneka) setiap tanggal 3 Maret adalah perayaan tradisional yang sudah berabad di Jepang, khusus buat anak-anak putri …

******

‘Hinamatsuri’, Hajatan Tradisional Keluarga

Keprihatinan sesama warga Jepang semakin terasa karena memang keluarga-keluarga seantero Jepang sedang menjemput perayaan ‘Hinamatsuri’, Festival Boneka, perayaan tradisional yang sudah berabad, khusus bagi anak-anak putri dalam keluarga.

Hinamatsuri memang biasanya jatuh pada tanggal 3 Maret, namun persiapannya sudah dimulai sejak bulan Februari. Boneka-boneka warisan keluarga turun-temurun dikeluarkan dan dipajang secara khusus pada kesempatan ini. Boneka-boneka lambang perhatian dan kasih keluarga yang tak akan pernah padam terhadap anak putrinya.

Hari istimewa yang membuat setiap anak putri Jepang merasa dirinya begitu berarti, karena baik masing-masing keluarga maupun seluruh masyarakat menegaskan kembali jaminan perhatian dan tanggungjawab terhadap mereka, dan mendoakan masa depan mereka.

Saya kadang bertanya dalam hati, inikah tradisi dan kearifan budaya yang selama ini ikut merawat spirit rata-rata kaum perempuan Jepang dalam berprestasi, berkarier dan berpenghasilan secara mantap dan mandiri? Wallahualam!

Kali ini, sambil tentu saja tetap tak kehilangan makna, Hinamatsuri di sejumlah tempat di pulau paling utara itu, apa boleh buat, dirayakan dalam suasana yang jauh dari ramah.

Polisi menggali salju yang menimbuni sebuah mobil dan menemukan seorang ibu dan tiga orang anaknya sudah meninggal akibat keracunan 'carbon-monoxide' yang terhirup selama terperangkap dalam timbunan salju ... (Foto:AP)

Polisi menggali salju yang menimbuni sebuah mobil di Nakashibetsu, Hokkaido, 3 Maret 2013, setelah terjadi badai salju, dan menemukan seorang ibu bersama tiga orang anaknya sudah meninggal akibat keracunan ‘carbon-monoxide’ yang terhirup di dalam mobil selama terperangkap dalam timbunan salju itu … (Foto:AP)

******

Sang Ayah yang Penyayang

Mikio Okada, demikian nama sang ayah, adalah seorang nelayan di Yubetsu, Hokkaido. Tiap hari dia melaut mencari nafkah buat keluarga, yang kini cuma terdiri dari dua orang, dirinya sendiri dan putri semata wayang Natsune, setelah berpulangnya sang ibu.

Terjaminnya pendidikan untuk Natsune, dan pertumbuhannya yang sehat dan bahagia, adalah segala-galanya bagi Mikio Okada. Maka, kendati sibuk bekerja, perhatian bagi si gadis kecil tak pernah diabaikan.

Demi kelancaran aktivitas sekolah sang putri setiap hari, mengantar-jemput adalah pekerjaannya yang rutin, ya rutinitas yang konon sudah pula diketahui dengan baik oleh para tetangganya. Demikian juga yang terjadi pada hari perayaan Hinamatsuri tanggal 3 Maret tahun ini.

Bahkan pada hari khusus ini, setelah beres mengemas boneka Hinamatsuri, Mikio Okada sudah pula menyiapkan kue-kue khusus bagi putri kesayangannya. Rencana untuk membahagiakan sang putri dalam kehangatan suasana keluarga setelah menjemputnya dari sekolah sepulang bekerja sudah pula dimantapkan.

Si putri Natsune tentu tak pernah berpikir akan kehilangan ayahandanya pada hari Hinamatsuri ini ...

Si gadis kecil Natsune tentu saja sama sekali tak pernah membayangkan akan kehilangan ayahandanya yang tercinta, Mikio Okada, justru pada hari Hinamatsuri ini …

******

Kembali ke rumah dilanda topan

Pada waktunya Mikio Okada menjemput Natsune dari sekolah. Dengan demikian, rencana istimewa hari itu sudah separuh terwujud. Sayang, tak dinyana, badai salju tiba-tiba melanda dan mengacaukan segalanya. Tak hanya Mikio Okada dan Natsune yang terkena, tapi seluruh penduduk setempat.

Namun yang paling menderita ialah mereka yang sedang dalam perjalanan, termasuk Mikio dan putrinya yang sedang bermobil menuju ke rumah. Adalah para tetangga yang kemudian melaporkan kepada pihak berwenang tentang kecemasan mereka setelah tidak kunjung melihat tanda-tanda Mikio Okada dan putrinya berada kembali di rumah.

Berita-berita pertama di radio dan tv tentang dampak mengerikan dari badai salju tak terduga itu telah ikut menggerakkan intuisi mereka untuk mencaritahu tentang keadaan Mikio dan putrinya.

Mikio Okada dan putrinya Natsune ditemukan berlindung pada sebuah dinding tembok tak jauh dari jalan. Tampaknya Mikio telah mengambil keputusan meninggalkan mobil yang sudah tak dapat bergerak maju, sementara pandangan sudah sama sekali terhalang, lantas coba berlindung di sana. Mikio yang sudah tak bernyawa ditemukan mendekap  Natsune yang sedang menangis.

Jaket tebalnya tampak dilepas dan digunakan untuk melindungi  Natsune agar tak terkena salju dan tetap hangat, meskipun Natsune sudah mengenakan baju hangatnya sendiri. Di tengah badai salju dan dalam cuaca ekstrim dingin sedemikian, jelas Mikio tak dapat bertahan hidup tanpa mengenakan jaket tebal tersebut.

Mikio pasti sangat menyadari akibat dari tindakannya. Semakin lama berada dalam keadaan demikian, dia dan putrinya bisa sama-sama menanggung akibat fatal, sama-sama menjadi korban.

Maka, biarlah sang putri terkasih yang selamat …

Tak salah lagi, Mikio Okada adalah pahlawan sempurna bagi putri kecilnya, Natsune ...

Tak salah lagi, Mikio Okada adalah pahlawan sempurna bagi putri tunggalnya, Natsune …… (Yubetsu, Hokkaido/Jepang, 3 Maret 2013)

******

Pahlawan dan Teladan

Maaf, saya sendiri tak tahan untuk meneruskan catatan ini … kecuali seuntai doa.

Mikio Okada -san, Anda pahlawan buat Natsune dan teladan buat para ayah.
Selamat jalan ke dunia seberang! Beristirahatlah dalam damai.

Natsune -chan, tetaplah kuat bersama orang-orang yang mengasuhmu dan mencintaimu. Dari seberang sana, doa ayah dan ibumu selalu menyertaimu. Tuhan memberkatimu.

******

henri daros

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: