SVD DI INDONESIA, GENAP 100 TAHUN BERKARYA

SVD
(Societas Verbi Divini / Divine Word Society),
is an international, Catholic religious society
founded in 1875,
active in human development work & apostolate worldwide,
including in Indonesia since 1913

******

Garuda Pancasila, National Emblem of Indonesia, and Nusantara, the Indonesian Archipelago, with Merah-Putih, the Indonesian Flag  as the background.

Pancasila, as Philosophical Base of Indonesian State, and Bhinneka Tunggal ika (Unity in Diversity), as Life Motto of Indonesian Nation, together with the grandeur of Nusantara, the Indonesian Archipelago and Sang Saka Merah-Putih, the Indonesian Flag, greatly inspiring as well as encouraging the missionary commitment of all Indonesian SVDs.

******

Sebagai Putra Indonesia Anggota SVD
yang terutus berkarya lintas batas di luar Indonesia,
pada hari ini, tanggal 8 September 2013,
bertepatan dengan 138 tahun usia SVD (1875 – 2013),
saya menghaturkan buat Para Konfrater SVD di Indonesia,
khususnya Segenap Konfrater se-Provinsi SVD Ende,
seuntai ucapan penuh rasa syukur dan bahagia:

SELAMAT MERAYAKAN HARI ULANG TAHUN KE-100 SVD
DALAM KARYA BAKTI PELAYANAN DI BUMI NUSANTARA
(1913 – 2013)
DAN SELAMAT MENGEMBAN MISI PELAYANAN SEJAGAD
MENGAMALKAN AMANAT INKARNASI SANG SABDA

Syukur atas Berkat dan Kasih Setia Tuhan
Sumber Kekuatan Untuk Terus Berbakti dan Melayani

******

100 Year Anniversary of SVD in Indonesia, 1913-2013

SVD in Indonesia, 100 Year Anniversary, 1913 – 2013

******

Kilas Balik Sejarah Awal SVD di Indonesia

  • 1 Maret 1913, serah terima pelayanan misi Katolik wilayah Kepulauan
    Sunda Kecil (Nusa Tenggara) berlangsung di Lahurus, Pulau Timor, dari Ordo Serikat Yesus (SJ) ke tangan Tarekat SVD. Acara serah terima itu berlangsung antara Pater Adrianus Mathijsen, SJ sebagai wakil Ordo SJ, dan Pater Petrus Noyen, SVD, mewakili Tarekat SVD.
  • 16  September 1913, wilayah Kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara), oleh Takhta Suci di Roma ditetapkan menjadi sebuah wilayah Prefektur Apostolik, dengan P. Petrus Noyen, SVD sebagai Prefek Apostolik yang pertama, berkedudukan di Ende, Pulau Flores.
  • 23  Desember 1913, Generalat  SVD, yaitu Pimpinan Tertinggi SVD di Roma, menetapkan wilayah misi SVD di Kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara) sebagai sebuah ‘Regio’ yang disebut ‘Regio Ende’, yang berpusat di Ende (Ndona), Flores.
  • 20 Juli 1914, atas persetujuan Vikaris Apostolik di Batavia (sekarang Jakarta), Takhta Suci Vatikan meresmikan pengalihan status wilayah misi Katolik di Pulau Flores dan sekitarnya, yang secara de facto telah berjalan, dari tangan para imam Yesuit ke dalam pelayanan pastoral para imam SVD.

******

100 Tahun SVD di Indonesia, Ziarah Iman, Pelayaran Tak Kunjung Henti

100 Tahun SVD di Indonesia, Ziarah Iman, Pelayaran Tanpa Henti

******

Jakarta, 8 September 2013
(Pada kesempatan mudik kegiatan di Tanah Air,
sehari sebelum balik ke Negeri Matahari Terbit)

P. Henri Daros, SVD

******

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: