PERINGATAN 60 TAHUN KONFERENSI ASIA-AFRIKA, 1955 – 2015

THE 6OTH ASIAN – AFRICAN CONFERENCE COMMEMORATION 
1955 – 2015

******

asia-afrika.1

******

The historic Asian-African Conference
Bandung / Indonesia, April 18 – 24, 1955

[Photo Doc. KITLV]

Suasana di Gedung Merdeka, Bandung, saat Presiden Soekarno mengucapkan pidato pembukaan Konferensi Asia-Afrika.  [Photo Doc. KITLV]

Tak salah lagi, pada waktu itu,
berkat kewibawaan kepemimpinan nasional
dengan komitmen kerakyatan dan kedaulatan yang kuat,
Indonesia berhasil menginspirasi dan menarik
negara-negara Asia-Afrika berkumpul di Bandung
pada tanggal 18 – 24 April 1955.

‘Indonesia Baru’ saat ini harus bisa mewujudkan kembali
kharisma tersebut agar hajatan 60 tahun ini
sungguh lebih dari sekadar merayakan peringatan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Adapun hasil Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung
dirumuskan dalam apa yang disebut dan dikenal sebagaI
DASASILA BANDUNG
[ BANDUNG PRINCIPLES ]
dengan sepuluh poinnya yang pada hemat saya masih sangat relevan
dan bermakna hingga saat ini. Ke-10 poin itu adalah sebagai berikut:

1. Menghormati hak-hak asasi manusia dan menghormati 
tujuan-tujuan dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB
2. Menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah semua negara
3. Mengakui persamaan derajat semua ras serta persamaan derajat 
semua negara besar dan kecil
4. Tidak campur tangan di dalam urusan dalam negeri negara lain
5. Menghormati hak setiap negara untuk mempertahankan dirinya sendiri 
atau secara kolektif, sesuai dengan Piagam PBB
6. (A) Tidak menggunakan pengaturan-pengaturan pertahanan kolektif untuk 
kepentingan khusus negara besar mana pun, 
(B) Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain mana pun
7. Tidak melakukan tindakan atau ancaman agresi atau menggunakan
kekuatan 
terhadap keutuhan wilayah
atau kemerdekaan politik negara mana pun

8. Menyelesaikan semua perselisihan internasional dengan cara-cara damai, 
seperti melalui perundingan, konsiliasi, arbitrasi, atau 
penyelesaian hukum,  atau pun cara-cara damai lainnya 
yang menjadi pilihan pihak-pihak yang bersangkutan 
sesuai Piagam PBB.
9. Meningkatkan kepentingan dan kerja sama bersama
10. Menjunjung tinggi keadilan dan kewajiban-kewajiban internasional

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Mampukah ‘Indonesia Baru’ menjadi pelopor terwujudnya ‘Dasasila Bandung’
demi dunia baru yang lebih baik, di tengah tantangan yang semakin besar
dan rumit dewasa ini, baik domestik, kawasan maupun global?

******

Nagoya, Jepang
18 April 2015
Henri Daros

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: