LOMBA PIDATO DAN PUISI BAHASA INDONESIA 2016

[ INDONESIAN SPEECH AND POETRY CONTEST 2016 ]
Universitas Nanzan, Nagoya, Jepang

Minggu 20 November 2016

Sebuah kegiatan tahunan, dan tahun ini adalah lomba yang kesembilan kalinya, kembali diselenggarakan di Universitas Nanzan, Nagoya. Suatu wujud ‘diplomasi budaya’ yang patut diapresiasi, sebagaimana dikatakan oleh Kepala Bagian Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang dalam kata sambutannya.

img_0128

(Foto Henri Daros)

******
Selain diikuti oleh mahasiswa dari Program Studi Indonesia, Jurusan Studi Asia, Universitas Nanzan, Nagoya, yang juga menjadi tuan rumah, lomba diikuti pula oleh sejumlah mahasiswa dari beberapa universitas lain seperti ‘Setsunan University’ (Neyagawa-shi, Osaka), ‘Ritsumeikan Asia Pacific University’ (Beppu-shi, Oita, Pulau Kyuushu) dan ‘Osaka University’ (Suita-shi, Osaka). Tak ketinggalan sejumlah siswa sekolah menengah dari ‘Kanto Kokusai High School’, Tokyo, yang memang selalu ambil bagian pada peristiwa lomba di Universitas Nanzan selama ini.

img_0089

Pemandu Acara (Foto Henri Daros)

******

img_0071

Dekan ‘Faculty of Foreign Studies’, Universitas Nanzan (Foto Henri Daros)

******

img_0072

Kepala Bagian Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang (Foto Henri Daros)

******

img_0088

Para Juri (Foto Henri Daros)

******

img_0085

(Foto Henri Daros)

******

“A poem begins in delight and ends in wisdom.”
( Robert Frost )

******

img_0073

Membawakan puisi ‘Penumpang Terakhir’, Joko Pinurbo (Foto Henri Daros)

******

img_0074

Membawakan puisi ‘Indonesia, Aku Masih Tetap Mencintaimu’, Ahmadun Yosi Herfanda (Foto Henri Daros)

******

img_0075

Membawakan puisi ‘Satu’, Sutardji Calzoum Bachri (Foto Henri Daros)

******

img_0076

Membawakan puisi ‘Aku’, Chairil Anwar (Foto Henri Daros)

******

img_0077

Membawakan puisi ‘Satu’, Sutardji Calzoum Bachri (Foto Henri Daros)

******

img_0078

Membawakan puisi ‘Jakarta’, Oka Rusmini (Foto Henri Daros)

******

img_0079

Membawakan puisi ‘Suami’, Goenawan Mohamad (Foto Henri Daros)

******

“You will find poetry nowhere
unless you bring some of it with you.”
( Joseph Joubert )

******

img_0080

Membawakan puisi ‘Gema Sumpah Pemuda Tahun 1928’, Sitor Situmorang (Foto Henri Daros)

******

img_0081

Membawakan puisi ‘Indonesia, Aku Masih Tetap Mencintaimu’, Ahmadun Yosi Herfanda (Foto Henri Daros)

******

img_0082

Membawakan puisi ‘Krawang-Bekasi’, Chairil Anwar (Foto Henri Daros)

******

img_0083

Membawakan puisi ‘Aku’, Chairil Anwar (Foto Henri Daros)

******

img_0084

Membawakan puisi ‘Antara Tiga Kota’, Emha Ainun Najib (Foto Henri Daros)

******

APA, MENGAPA, BAGAIMANA

Dalam kegiatan-kegiatan lomba terdahulu, setelah setiap peserta lomba pidato membawakan pidatonya, para juri selalu mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi pidato masing-masing. Jawaban atau penjelasan tentu saja disampaikan dalam bahasa Indonesia juga. Kali ini kepada setiap peserta lomba puisi pun diajukan pertanyaan, mengapa puisi tertentu itu yang dipilih untuk dibawakan, meskipun jawaban atau penjelasan disampaikan dalam bahasa Jepang, ‘bahasa ibu’ mereka. 

Suatu hal yang menonjol ialah bahwa sejumlah jawaban menunjukkan alasan positif, dan apresiasi atau penghargaan, terhadap nilai-nilai ke-Indonesia-an, apakah itu budaya, cara hidup, adat-istiadat atau kebiasaan. Selain itu, khususnya dari para peserta lomba pidato, sebagaimana pada lomba-lomba sebelumnya, terungkap latar belakang, konteks dan sudut pandang serta ketertarikan untuk mengetahui sekaligus mendalami berbagai hal tentang Indonesia, yang di sana-sini terdengar unik, analitis bahkan kritis.

img_0090

(Foto Henri Daros)

******

“Much speech is one thing, well-timed speech is another.”
( Sophocles )

******

img_0091

Membawakan pidato berjudul ‘Mandi Yang Paling Menyenangkan’ (Foto Henri Daros)

******

img_0092

Membawakan pidato berjudul ‘Komunikasi Antarbudaya’ (Foto Henri Daros)

******

img_0093

Membawakan pidato berjudul ‘Pedasnya Makanan Indonesia’ (Foto Henri Daros)

******

img_0094

Membawakan pidato berjudul ‘Pedagang Kaki Lima di Indonesia’ (Foto Henri Daros)

******

rsz_img_0095

Membawakan pidato berjudul ‘Pengalaman Yang Mengejutkan di Indonesia’ (Foto Henri Daros)

******

img_0096

Membawakan pidato berjudul ‘Berkah dari Sampah: Pengalaman Saya’ (Foto Henri Daros)

******

img_0086

(Foto Henri Daros)

 ******

BERMULA DARI TAHUN 2008

Tahun 2016 ini Jurusan Studi Asia Universitas Nanzan sudah untuk kesembilan kalinya menyelenggarakan lomba ini, berawal dari tahun 2008, bekerja sama dengan ‘Persatuan Pelajar Indonesia’ (PPI) Nagoya, dengan para sponsor utama yakni ‘Kedutaan Besar Republik Indonesia’ (KBRI) di Tokyo dan maskapai penerbangan GARUDA.

img_0100

Para Penari Cilik dari Sekolah Bhinneka, Nagoya (Foto Henri Daros)

******

img_0102

Angklung dan Lagu, PPI Nagoya (Foto Henri Daros)

******

img_0107

‘Tari Merak’, sumbangan Komunitas Indonesia Nagoya (Foto Henri Daros)

******

img_0109

(Foto Henri Daros)

******

img_0108

Ketua Tim Juri (paling kiri) bersama dua anggota tim diberikan kesempatan untuk memberikan komentar sebelum menyampaikan pengumuman tentang hasil lomba (Foto Henri Daros)

******
Patut dicatat bahwa kejuaraan lomba, yang selama ini cukup banyak kali didominasi oleh peserta tuan rumah, kali ini direbut oleh para peserta tamu. Juara pertama lomba puisi adalah peserta dari ‘Kanto Kokusai High School’, Tokyo, sedangkan juara pertama lomba pidato adalah peserta dari ”Setsunan Daigaku’, Neyagawa-shi / Osaka.

Namun, harus diakui pula bahwa mutu penampilan, baik untuk lomba puisi maupun untuk lomba pidato, kali ini menunjukkan peningkatan, yang terkesan merata untuk semua peserta dari semua lembaga, yang sekaligus membuktikan kesadaran dan kecermatan terhadap aspek-aspek persyaratan yang telah ditetapkan (misalnya: isi, ekspresi / penghayatan, lafal / pengucapan), dan kesungguhan berlatih serta tekad untuk tampil prima.

Para juara tentu saja mendapat hadiah, namun semua peserta memperoleh sertifikat penghargaan atas prestasi yang dicapai.

img_0074

Juara Pertama Lomba Puisi (Foto Henri Daros)

******

rsz_img_0095

Juara Pertama Lomba Pidato (Foto Henri Daros)

******

rsz_1img_0113

Dari kiri ke kanan, juara 1, 2 dan 3 Lomba Puisi (Foto Henri Daros)

******

rsz_img_0118

Dari kanan ke kiri, juara 1, 2 dan 3 Lomba Pidato (Foto Henri Daros)

******

rsz_1img_0123

Foto Bersama: Seluruh Peserta Lomba, Para Juri, Para Penari ‘Tari Merak’ dan Para Penari Cilik (Foto Henri Daros)

******

img_0103

(Foto Henri Daros)

******

“Eloquent speech is not from lip to ear,
but rather from heart to heart.”
( William Jennings Bryan )

******

Nagoya, 20 November 2016
Henri Daros

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: